Archive for July, 2007

Data Diri Mutan

Posted in kisah mutan on July 27, 2007 by Lou

1. Si Butut, alias Si Rambut Maut
 Mempunyai rambut yang bisa diatur sesuka hati. Bisa memanjang, bisa memendek. Bisa dirubah modelnya. Bisa diliukkan ke kanan maupun ke kiri. Bisa dirubah menjadi rambut keriting maupun lurus, bisa dibuat kaku dan mengeras seperti baja dan bisa dibuat lemas sampai bisa dipotong atau bahkan dicabut. Dengan kemampuan seperti ini, selain Si Butut tak perlu pergi ke tukang potong rambut, dia juga dapat menjadikan rambutnya sebagai senjata yang sangat  berbahaya. Si Butut merupakan pendiri serta pemimpin Sekolah Mutan dan Organisasi Manusia Mutan Indonesia.
 
2. Dewi Geboi, Si Goyang Maut
 Cewek gendut satu ini sangat suka sekali bergoyang. Apalagi kalo dengerin lagu dangdut yang asoy. Ati-ati kalo dia bergoyang, orang bisa terpental terkena pinggulnya. Walaupun gendut, tapi dia bisa meloncat tinggi sekali. Karena daya pental dari kakinya sungguh luar biasa. Dia bisa meringkukkan tubuhnya seperti bola, lalu mementalkan dirinya ke mana-mana dan menghancurkan sekelilingnya. Selain mempunyai daya pental, dia juga mempunyai daya hisap, kalo ada yang memukulnya, maka tangan musuh yang memukul tersebut bisa dibuat menempel terus ke tubuhnya, seperti dihisap, tak bisa ditarik kembali.
 
3. Si Textil
 Dipanggil si Textil, karena dia pedagang textil. Selain itu ia mempunyai kemampuan mengendalikan bahan-bahan yang dibuat dari bahan textil. Tak hanya bahan textil, juga barang-barang yang dibuat dari karet, plastik dan kayu, bisa dia kendalikan sesuka hati dia. Tapi sayang dia gak bisa mengendalikan pohon atau tanaman yang masih hidup.
 
4. Joe, Si Peluru Tulang
 Cowok yang satu ini  mempunyai tubuh yang kuat sehingga tak tembus peluru. Selain itu, dia bisa menembakkan peluru tulang dari dalam tangannya. Jangan meremehkan peluru tulang, karena peluru ini dapat dibuat meledak seperti bom. Sangat berbahaya.
 
5. Rico, Si Ikan Listrik
 Dia ini manusia ikan. Lebih tepatnya sih amphibi, soalnya dia juga bisa hidup di darat. Tapi dia suka sekali di dalam air, bisa bergerak cepat dan bisa hidup di air persis seperti ikan. Dan dia juga mempunyai kemampuan seperti ikan pari, yang mengeluarkan aliran listrik dari dalam tubuhnya. Jadi kalo ada lawannya yang menyentuh dia, bisa disetrum.
 
6. Chen si Cenayang
 Chen mempunyai kemampuan seperti cenayang, bisa menerawang untuk mengetahui apa yang terjadi di tempat lain. Dia juga mempunyai kemampuan telepati. Tapi tidak seperti prof. Charles Xafier, pendiri X Men dari Amerika itu, ia tidak mempunyai kemampuan telekinesis, alias mengendalikan benda dengan pikirannya, apalagi mengendalikan pikiran orang lain.
 
7. Orang Mutan
 Ini lah mutan yang bisa berbicara dengan hewan. Orangnya baik, penyayang binatang, tapi dia gak mau bergabung dengan organisasi mutan. Dia lebih suka hidup sendiri di dalam hutan di kalimantan. Jangan salah memanggil dia orang hutan. Sebab dia gak mirip sama sekali dengan salah satu spesies kera itu.
 
 Masih banyak mutan-mutan lain di organisasi Manusia Mutan, tapi sementara ini dulu yang ditulis…

Kisah Mutan 1

Posted in kisah mutan on July 27, 2007 by Lou

Dear Bloggy…
Sejak kapan ya mutan-mutan mulai muncul di Indonesia, tak ada catatan yang pasti. Mungkin bersamaan dengan munculnya mutan-mutan di negara-negara lain. Di Indonesia, ketika “orang-orang aneh” tersebut mulai muncul dan marak menghiasi media cetak dan televisi, banyak pendapat yang berkembang. Ada yang bilang itu karena kutukan, sihir, titisan orang hebat di masa lampau, dan lain-lain. Beberapa sudah ada yang bilang itu karena terjadi mutasi gen pada beberapa orang, tapi pendapat tersebut kurang bisa berkembang, susah menjelaskan bagaimana prosesnya mutasi gen kok bisa jadi seperti itu.

Prof. Charles Xafier di Amerika telah mendirikan sekolah khusus untuk orang-orang berkemampuan khusus dan membentuk grup X-Men. Semenjak itu, salah satu manusia mutan dari Malang, Indonesia, yaitu Si Butut (kependekan dari Si Rambut Maut) jadi ikut-ikutan juga membuat sekolah dan mendirikan Organisasi Manusia Mutan Indonesia. Sekolah dan organisasi ini bertujuan untuk menampung anak-anak berkemampuan khusus, dan mengajarkan mereka supaya menggunakan kemampuannya untuk kebaikan saja. Mereka juga berusaha supaya bisa hidup berdampingan dengan manusia lain secara damai.

Dan sekarang ia berhasil mengumpulkan beberapa mutan, terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu. Yah…maklumlah, soalnya ia sendiri juga tak punya banyak dana. Jadi ketika beberapa mutan ditawari untuk masuk ke sekolah khusus ini, mereka banyak yang menolak, soalnya tak ada gedung yang megah dengan segala fasilitasnya, cuma ada gubuk-gubuk bambu di pinggir kebun, dengan kali yang bening mengalir. Yah mau gimana lagi. Bukankah tanah dan kebun itu sudah banyak memakan dana. Dana dari pemerintah…mimpi kali ye! Lha wong dana pendidikan yang biasa saja masih sering dikorupsi, gimana pemerintah bisa ngasih dana untuk sekolah yang gak biasa ini. Tapi bagaimanapun juga, sekolah ini masih bisa bertahan, dengan mengandalkan hasil dari kebun, dan dana dari beberapa donatur setia yang tak seberapa .

Sekolah khusus ini bisa berjalan dengan lancar. Yah, walaupun masih ada hal-hal di sana sini yang patut disesali. Contohnya tentang keluarnya salah satu anggota, karena gak tahan hidup di sekolah gubuk di desa, dia lalu pergi serta jadi preman di kota. Dia itu biasa dipanggil Si Macan Kumbang, karena kalau sedang mengeluarkan kekuatannya, kepalanya akan berubah seperti kepala macan kumbang, warnanya hitam dan menyeramkan. Awalnya dia dipanggil si Hitam, soalnya walaupun sedang tak menjadi manusia macan, kulitnya memang hitam legam. Tapi dia ngambek terus kalo dipanggil kayak gitu. Ya udah deh, dirubah aja.

Dan baru-baru ini, organisasi mutan pun mesti berurusan dengannya lagi. Waktu itu, ketika sedang darmawisata ke Kondang Merak, salah satu murid yang mempunyai kemampuan menerawang (memang agak absurb, dia ini paranormal apa mutan ya, tapi gak pa pa lah, dia diterima aja di sekolah manusia mutan, daripada gak bisa sekolah di tempat lain. Habisnya dia sering dikeluarkan dari sekolah, karena waktu ujian dia selalu dapat nilai sempurna, dan guru-guru akhirnya banyak  yang tahu kalo ia bisa menggunakan penerawangannya untuk nyontek) mengatakan bahwa Si Macan Kumbang sedang ada di tengah lautan. Dia bersama 3 anak buahnya kelihatannya mau menyerang sebuah kapal pesiar! Waduh! Gawat tuh! Sejak kapan Si Macan Kumbang yang jadi preman di kota, beralih mejadi perampok di laut.

Akhirnya si Butut pun segera membentuk tim dadakan untuk menghentikan aksi Si Macan Kumbang. Dan inilah anggota-anggota timnya:
1. Joe Si Peluru Tulang
2. Dewi Geboi Si Goyang Maut
3. Si Textil
4. Rico Si Ikan Listrik
Dan tim ini dipimpin oleh Lou si Butut, alias si Rambut Maut.

Dengan bantuan Si Textil, pengendali benda-benda terbuat dari kain, karet, plastik, dan kayu, tim ini terbang mengendarai permadani, menuju kapal pesiar untuk mencegah niat jahat Si Macan Kumbang. Asyiiiik, naik permadani terbang! Si Ikan Listrik pun ogah berenang, sesekali dia ingin terbang juga dong.

Sementara itu, di kapal pesiar, Si Macan Kumbang telah melumpuhkan semua penjaga. Para penumpang diikat dan dikumpulkan di satu tempat yang luas, dan mereka diminta menyerahkan semua hartanya. Tidak ada yang berani melawan, tidak ada yang mampu berbuat sesuatu. Karena Si Macan Kumbang begitu menyeramkan,juga teman-teman Si Macan Kumbang, manusia tinggi besar dan seorang monster berbentuk kelelawar yang bisa terbang.

Sebuah permadani masuk ke ruangan kabin yang luas itu. Para anggota tim keadilan kita melompat turun dari permadani. Si Butut berteriak, “Macan Kumbang! Hentikan! Atau kami tak akan ngasih ampun!”.

Macan Kumbang pun berteriak membalas, “dasar Butut yang miskin dan butut! Jangan ikut campur urusan kami ha! Ini bukan urusan kalian, tahu!”

Para anggota tim si Butut pun bersiap-siap menyerang. Tapi tiba-tiba Manusia Kelelawar terbang maju ke depan para anggota tim Si Butut, dan membuka mulutnya lebar-lebar sambil mengeluarkan gelombang suara yang sangat dahsyat.

gelombangsonikkelelawar.jpg 

Tiba-tiba Manusia Kelelawar melesat terbang ke depan anggota si Butut dan mengeluarkan gelombang suara yang sangat dahsyat.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrhh !!!!!

Para anggota tim terkena gelombang dan terlempar ke belakang, membentur dinding dan jendela kapal. Tidak hanya itu, gelombang itu menyakiti tubuh mereka terutama bagian dalam telinga. Si Butut dan kawan-kawannya kurang siap menghadapi serangan ini, hanya si Peluru Tulang, sambil terlempar ke belakang, ia berhasil mengarahkan tinjunya ke arah kelelawar dan menembakkan beberapa peluru tulangnya. Peluru-peluru itu menembus gelombang dan mengenai bahu dan perut si Manusia Kelelawar beberapa kali.

Aaaaarrhhhhh!!

Kali ini si Manusia Kelelawar menjerit karena kesakitan, ia jatuh dan tumbang.

Si Macan Kumbang dan rekannya yang bertubuh besar segera maju. Kecepatan Macan Kumbang benar-benar luar biasa. Ia langsung mencengkeram kepala Joe Si Peluru Tulang dan menghantamkan lututnya ke kepala Joe. Joe yang masih lemah terkena gelombang manusia kelelawar tak bisa berbuat apa-apa. Ia telak terkena tendangan lutut Macan Kumbang. Dalam sekian detik si Macan Kumbang langsung lanjutkan serangannya ke arah Dewi Geboi. Untung Dewi Geboi cepat tanggap, walaupun ia masih lemah karena terkena gelombang suara manusia kelelawar, ia menahan sakitnya dan melompat ke atas, menghindari serangan Macan Kumbang. Dewi Geboi memantulkan dirinya ke langit-langit, setelah itu tubuhnya melesat ke arah kepala Macan Kumbang. Tapi Macan Kumbang mempunyai reflek yang sangat bagus, ia menggeser tubuhnya menghindari benturan Dewi Geboi, dan langsung mencengkeram tubuh Dewi Geboi serta menggigit lehernya. Dewi Geboi berteriak kesakitan.

Rupanya Macan Kumbang lupa, Dewi Geboi mempunyai jurus goyang maut. Dewi Geboi mencengkeram kepala Macan Kumbang, lalu dia berputar bergoyang dangdut dengan kecepatan luar biasa. Macan Kumbang terputar dan tergoyang-goyang seperti koboy maen rodeo yang tergoyang-goyang oleh banteng liar, tapi kali ini putarannya jauh lebih cepat. Dia tak bisa melepaskan diri karena kepalanya tercengkeram erat oleh Dewi Geboi. Pusing deh dia.

Sementara itu di saat yang bersamaan, manusia tinggi besar menyerang si Butut dan si ikan listrik. Rupanya dia bisa merubah ukuran bagian tubuhnya sesuka hatinya. Ia membuat tangannya jadi besar sehingga satu tangannya dapat menggenggam si Textil dan si ikan listrik sekaligus, sedangkan tangan yang satunya menggenggam si Butut. Diremasnya mereka.

Rico si Ikan Listrik sebenarnya bisa saja menyetrum manusia besar itu, tapi si Textil pasti juga akan terkena setrumannya.

Aaaarrhh..

Yang berteriak adalah manusia besar itu. Rupanya rambut si Butut masih tergerai, sehingga masih bisa menyerang. Ia menusuk-nusuk kedua tangan manusia besar itu dengan rambut mautnya .  Manusia besar yang tak diketahui namanya itu makin mempererat genggamannya, namun dia akhirnya tak tahan dengan tusukan rambut si Butut, dan mengendorkan genggamannya. Tangannya berdarah-darah.

Si Textil dan si Butut melepaskan dirinya. Rico si ikan listrik memeluk pergelangan tangan manusia besar, lalu mengeluarkan setrumnya. Zzzzrrrrttttt !!!! Manusia besar itu kejang-kejang terkena sengatan listrik. Ia tumbang seketika.

Macan Kumbang masih terputar-putar dan tergoyang-goyang oleh Dewi Geboi si Goyang Maut. Keliatannya dia sangat tersiksa. Kalau manusia biasa pasti akan mati muntah darah terkena goyangan maut si Dewi Geboi. Tapi daya tahan macan kumbang sangat luar biasa. Selain tetap bisa menggigit, dia juga masih mampu mencakar-cakar tubuh Dewi Geboi. Dewi Geboi jadi  lemah. Goyangannya melambat, dan ia pun lemas, terjatuh dan tak sadarkan diri. Macan Kumbang lepas dari Dewi Geboi, tapi ia masih terhuyung-huyung karena pusing. Si Textil yang baru saja lepas dari genggaman manusia besar segera menyearang Macan Kumbang. Ia mengendalikan baju yang dikenakan si Macan Kumbang, melemparnya ke atas. Tubuh si Macan Kumbang tentu saja turut terlempar dan membentur atap. Brukk!! Macan Kumbang segera merobek-robek bajunya sendiri. Ia jadi tak berbaju. Tapi celananya masih ada, sehingga si Textil masih bisa mengendalikan Macan Kumbang. Ia melempar Macan Kumbang sekali lagi ke arah samping dan mengenai dinding kapal. Bruaaakk!!! Macan Kumbang segera merobek-robek celananya dengan cakarnya, termasuk celana dalamnya. OMG! macan kumbang telanjang!! Tapi ia jadi lepas dari kendali si Textil, dan hendak menyerang si Textil.

Untunglah ada si Butut. Si Butut segera membelit tubuh Macan Kumbang dengan rambutnya yang memanjang. Macan Kumbang tak jadi telanjang deh, karena tubuhnya tertutupi belitan rambut. Tapi dia tak bisa bergerak. Macan Kumbang hanya bisa meraung-raung.

“Grrrrrr…aaaarrrrhhh! Aro..!! Ke sini kau!! Tolong kami!!” Teriak si Macan Kumbang.

Tiba-tiba dari pintu masuk muncul seseorang yang pendek dan gendut. Dia kelihatan terkejut melihat apa yang terjadi.

“Lumpuhkan mereka!!” Si Macan Kumbang berteriak lagi.

Si pendek gendut yang dipanggil Aro tadi segera membalikkan badan, lalu njengking, dan…duuuutttttt! Owww! Dia kentut! Suaranya begitu keras, dan baunya…alamak!!

Aroma gas kentut yang sangat keras itu melumpuhkan semua orang, termasuk si Butut, Macan Kumbang, dan yang lainnya. Mereka jadi tak bisa mengeluarkan kekuatannya. Para penumpang yang dari tadi terikat dan hanya bisa menonton pun juga langsung pingsan terkena kentut maut si pendek gendut tadi. Kecuali si pendek gendut itu sendiri, dengan tenang ia berkata, “ha ha ha! Gue sih emang gak bisa berkelahi, tapi selama ini tak ada yang bisa mengalahkan bau kentut beracun gue, ha ha ha ha!”

Macan Kumbang, dengan lirih dan lemah akibat bau kentut itu, berkata, “kau taruh aku dan teman-teman kita ke perahu, lalu bawa harta rampasan kita, dan kita pergi dari sini!”

“Beres bos!” Kata si pendek gendut itu sambil masih terkekeh-kekeh.

Tapi tiba-tiba…Dung!

Sebuah tabung pemadam kebakaran membentur kepala belakang si pendek gendut. Ia limbung, matanya berputar-putar, lalu ia jatuh dan pingsan.

Dari balik pintu, seorang cewek memegang tali laso. Ia melemparkannya ke si Butut yang tengkurap dan lemah.

“Talikan tali ini ke tanganmu!” Seru cewek tadi.

Dengan perlahan, si Butut berusaha menalikan tali laso itu ke pergelangan tangannya. Lalu cewek tadi menarik si Butut keluar dari ruangan yang dipenuhi gas kentut beracun dari orang pendek gendut tadi.

Di luar ruangan, si Butut menghirup udara segar. Kekuatannya perlahan-lahan pulih. Lalu dengan rambutnya ia menyeret anggota-anggota tim keluar dari ruangan yang masih tetap dipenuhi gas beracun itu, supaya mendapat udara segar. Rupanya gas beracun yang dikeluarkan oleh orang pendek gendut tadi bisa bertahan lama di suatu ruangan. Luar biasa. Manusia Mutan jenis apa ini?

“Terima kasih atas bantuannya, nona,” kata si Butut pada cewek tadi. “Siapa anda? Kenapa bisa ada di sini?”

“Aku salah satu penumpang di sini. Waktu kapal ini diserang, untungnya aku bisa menyembunyikan diri di suatu tempat di ruang kemudi.” Jawab si cewek yang cantik itu. ” Aku tak berani keluar, karena salah satu anggota penyerang itu, yaitu si pendek gendut, tetap tinggal di ruang kemudi, dan ia merubah arah kapal ini jauh dari tujuan kami semula.”

Setelah mendapat udara segar, kekuatan si Textil, Joe, dan Rico mulai pulih.Si Butut segera memerintahkan si Textil untuk membuat permadani terbang lagi. Lalu dengan permadani terbang tersebut, Macan Kumbang serta rekan-rekannya yang masih lumpuh akan diangkut ke pulau Nusa Kambangan. Di sana ada penjara khusus mutan yang canggih.

Sementara Joe si Peluru Tulang, ia akan tinggal untuk sementara, dan akan mendaratkan kapal ini ke daratan. Sedangkan Rico si Ikan Listrik bertugas membawa Dewi Geboi yang masih tak sadarkan diri karena lukanya yang sangat parah kembali ke rumah, supaya bisa dirawat dan disembuhkan. Dengan perahu kecil yang ada di kapal pesiar itu, Rico segera membawa Dewi Geboi pergi .

“Kita harus cepat dan segera memenjarakan mereka, sebelum mereka sadar kembali.” Kata si Butut kepada si Textil.

Dengan permadani terbang, Si Textil ditemani si Butut pun melesat terbang membawa kawanan Macan Kumbang itu ke penjara khusus mutan di Nusa Kambangan.  Cewek cantik yang telah menjadi penyelamat itu memandang kepergian si Butut dan Si Textil sambil tersenyum…

Kenapa cewek cantik itu tersenyum? Tunggu kisah selanjutnya…

——-bersambung

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.