Kisah Mutan 8

“Si Butut! Bagaimana ini? Kita tak boleh kehilangan dia!” Ujar si Textil.

“Kita harus cari si Chen..” Si Butut mengeluarkan cell phonenya, dan mencoba menghubungi si Chen.

Tu la lit tu la lit…tu la lit tu la lit..nomor yang anda tuju sedang tidak aktif . . atau di luar jaringan..

“Kok gak nyambung, yah???” Kata si Butut kesal.

“Eh, si Chen kan nomornya ganti?” Sela Joe si Peluru Tulang. Lalu membuka cell phone nya dan menunjukkan nomer si Chen kepada si Butut, “Nih nomernya..”

Si Butut menekan nomernya, dan mulai menelpon.

Tu la lit tu la lit…maaf..nomor yang anda tuju..sedang tidak aktif..atau di luar jaringan..dan tidak akan keluar di togel..

“Buset!! Kok gak bisa juga??” Si Butut makin kesal.

“O ya! Lusa kemarin dia kasih aku nomor baru..biar aku aja yang telpon..” Ujar Dewi Geboi. Ia mulai menelpon si Chen.

“Huuuh..kok dia sering ganti nomer sih??” Kata si Butut.

“Yah..biasalah..tiap ada operator yang nawarin harga murah, dia langsung ganti kartu.” Jawab Joe si Peluru Tulang.

Dewi Geboi berhasil menghubungi Chen si Cenayang.

“Hei! Emergency! Hubungi kami dengan kekuatanmu! Cepat!” Teriak si Dewi Geboi singkat, lalu memutuskan telponnya.

Si Textil heran, “loh, kok cuman gitu aja?”

“Santai, dia kan punya kekuatan, dia aja hubungi kita. Telpon lama-lama mahal maan…” Jawab Dewi Geboi.

Tak lama kemudian..muncul bayangan si Chen di hadapan mereka. Ia memang sudah bisa memunculkan bayangan dirinya ke lain tempat, seperti tubuh astral gitulah. Lalu orang bisa berkomunikasi melalui tubuh astralnya itu.

“Hoi…Chen yang kuul dah ada di sini..whuss up yo!” Kata si Chen.

“Pak walikota diculik. Sama burung garuda! Kau harus cari dimana ia hinggap!” Seru si Butut cepat.

“Pak wali diculik? Burung garuda??” Si Chen bingung karena gak tau apa-apa.

“Pokoknya kamu harus cari burung garuda besar yang telah membawa pak wali. Cepat! Pak wali dalam bahaya!” Seru di Butut lagi.

“Oh..oke deh..tunggu ya!”

Bayangan Chen si Cenayang lenyap. Di lain tempat, Chen berusaha memusatkan konsentrasinya, mencari lokasi di mana burung garuda membawa pak walikota.

Tak lama kemudian, bayangan Chen muncul lagi di hadapan si Butut dan kawan-kawan.

“Pak wali ada di sebuah sel besi..disekap..burung garudanya baru saja pergi…” Lalu si Chen memberi tahu lokasi pak wali.

“Ok! Kamu harus siap-siap dihubungi lagi, jangan matikan hpmu!” Si Butut memberi perintah.

“Siap boss!” Kata si Chen..lalu bayangannya lenyap lagi.

Dewi Geboi cepat berujar, “kita harus segera ke sana, si Chen bilang, burung garudanya lagi pergi..”

“Yak! Textil, kamu bisa cari sesuatu untuk terbang?” Kata si Butut.

“Hm..aku perlu permadani yang agak padat supaya bisa menerbangkan kita semua..” jawab si Textil.

Bagaimana kelanjutan kisah mutan ini? Jangan lewatkan Kisah Mutan 9! Hanya di www.sibutut.wordpress.com

Leave a Reply